Harta Karun Nusantara yang Mengubah Dunia

Bagaimana cengkeh, pala, dan lada dari kepulauan ini memicu era penjelajahan global dan membentuk sejarah dunia.

Mengenal Primadona Rempah

Tiga komoditas utama yang menjadi incaran bangsa-bangsa di dunia.

Rempah Daerah Asal Utama Nilai Historis
Cengkeh Kepulauan Maluku Utara (Ternate, Tidore) Pernah lebih mahal dari emas, digunakan untuk pengobatan dan pengawet makanan.
Pala & Fuli Kepulauan Banda, Maluku Menjadi satu-satunya sumber pala di dunia selama berabad-abad, memicu perang.
Lada Sumatera, Jawa Disebut "Emas Hitam", menjadi simbol kekayaan dan status di Eropa.

Ketika Dunia Datang Berebut

Kedatangan bangsa Eropa seperti Portugis, Spanyol, dan Belanda mengubah segalanya. Persaingan dagang berubah menjadi monopoli dan penjajahan. Perusahaan dagang Belanda, VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie), menjadi kekuatan dominan yang menguasai perdagangan rempah dengan cara-cara yang kejam demi keuntungan maksimal.

Jejak Rempah dalam Budaya Kita

Warisan Jalur Rempah hidup hingga hari ini dalam kuliner, arsitektur, dan musik.

Dengarkan Lagu Tradisional Maluku Utara:

Fakta Menarik Jalur Rempah

  • Demi memonopoli pala, VOC melakukan pembantaian besar-besaran terhadap penduduk Kepulauan Banda pada tahun 1621.
  • Pulau Run, sebuah pulau kecil di Banda, pernah ditukar oleh Inggris dengan Manhattan (sekarang New York) yang dikuasai Belanda dalam Perjanjian Breda (1667).
  • Harga cengkeh di Eropa pada abad pertengahan bisa mencapai lebih mahal dari harga emas dengan berat yang sama.
  • Kata "amok" (amuk) masuk ke dalam bahasa Inggris dari bahasa Melayu, seringkali menggambarkan perlawanan sengit rakyat lokal terhadap kolonialisme.
  • Selain untuk masakan, rempah-remah seperti cengkeh dan pala sangat dicari sebagai bahan pengawet makanan, obat-obatan, dan parfum.

Kirim Masukan atau Pertanyaan